Pukul delapan Sabtu pagi (26 Juli lalu), HP motorola butut itu menyalak. “Tumbenan pagi nelpon lagi, padahal semalem udah dilayanin ngobrol curhat di telpon sampai jam 2 dinihari. Ah, mungkin ada yang penting. lagian juga sayang istri…ato masih kangen. hehe”, begitu respon spontan saya.
Cuman setelah melirik layar HP kok ngggak ada foto Sang Istri nongol, hanya sederet tulisan yang tampak..mmm, berarti orang lain..
Ya, agak kaget juga saya baca dilayar HP,..karena nama yang terpampang adalah nama seorang teman lama yang saya jarang ketemu lagi sejak dia ditempatkan di Pati, Jawa Tengah, disebuah desa yang kaya tanaman tebu…PT.Kebon Agung, sebuah anak perusahaan dari PTPN-Perkebunan Negara, yang memproduksi gula nasional.
Faisal Riswan…, ato saya biasa memanggilnya ‘Buyung‘ ato sekedar ‘Sal‘. Sejak SD hingga SMA kami sama-sama satu sekolah dan kuliah di universitas yang berbeda, saya di ITS, dia di Unair. Meski demikian, selama masih mahasiswa pun kami masih nyambung walaupun masing-masing punya kesibukan disana-sini.

Singkat kata, sorenya kami ketemu dan jalan-jalan sekedar menunjukkan ‘indahnya’ Jakarta, makan, sekedar ngobrol menanyakan kabar-kabari dan bernostalgia, karena besok sudah harus kembali pulang.
Yah, ‘Nostalgia‘…kata kunci dari pertemuan kami kemaren itu…
Nostalgia, sebuah mesin waktu yang ada dipikiran kita untuk kembali dimasa lalu, lengkap dengan atribut dan asesoris yang menyertainya. Back to the past…
Ok..Let’s back to the past…to see the future..
Filed under: sERba-serBI , masa lalu, Nostalgia


