Yak-”Zone”

iMe…pourquoi?

‘Belajar Puasa dari Si Ulat’-(kultum bahan buat iFa..)

‘Mas, nanti kalau sampeyan datang, tolong dibikinin konsep buat Ifa, soalnya diminta kultum ala Pildacil di sekolahnya Kamis nanti..“, begitu kata istri di telepon.

“Ok, ntar tak bikinin, Insya Allah’, kira-kira begitu jawab saya.

Hmmm, bahan kultum ala Pildacil (acara Pemilihan Da’i Cilik) itu difokuskan mengenai puasa Ramadhan. Pilihan temanya adalah “Puasa Kuat Prestasi Hebat”.

Entah dengan alasan apa Sang Ustadzah di sekolah memilih anak saya ini untuk memberikan materi ceramah Ramadhan yang durasinya hanya 5 menit-an. Yang jelas sebagai sebuah ajang latihan tampil di muka umum, ini sebuah debut awal di tingkat dasar formal untuk mengasah kemampuannya.

Sebenarnya membuat sebuah materi semacam Kultum adalah tidak sulit, namun yang menjadi tantangan bagi saya disini adalah bahwa yang menyampaikannya adalah anak usia 6 tahun dan audiensnya adalah anak-anak sebayanya juga. Pemilihan kosakata yang ‘kid oriented’ lebih banyak dibutuhkan ketimbang menjejalkan sebuah bahasa filosofis yang tentu akan salah tempat jika dipaksakan.

Dalam benak saya, ketika menyampaikan materi ini, tidak selalu harus menggunakan kata-kata yang musti dihapalkan. Saya malah membayangkan jika disela-sela penyampaiannya, ada gesture dan dialek tubuh berupa gerak ringan seperti menirukan sayap kupu-kupu, ekspresi wajah yang polos namun spontan dan lain sebagainya. Itulah kenapa yang terbersit dalam pikiran saya ketika berpikir tentang tema materi ini adalah gambaran Seekor Ulat yang menjadi Kupu-kupu.., voila!!

Yup, langsung pada sasaran, judulĀ  “Belajar Puasa dari Si Ulat…” menurut saya lebih banyak membantu Ifa untuk mengungkapkannya dalam ekspresi suara maupun dialek gerak dan gesturenya. Namun tentu saja, semua kembali padanya, sebagai bapaknya saya hanya memberikan semangat…

Kira-kira berikut konsep yang sudah saya bikin dan dikumpulkannya :

Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Teman-teman, sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk berpuasa oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah :183
Yaa ayyuhalladzina aamanu, kutiba alaikumussyiam, kama kutiba alalladzina minqoblikum. laallakum tattaquun.

Yang artinya : “hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa seperti diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”

Wah, ternyata puasa itu sudah ada sejak jaman dahulu lho. Sejak jaman Nabi Adam sampai sekarang.
Tapi kenapa ya kok kita disuruh Allah untuk berpuasa.
Ayahku pernah bercerita padaku, tentang puasa dan kupu-kupu.

Iya, ceritanya begini, dengerin ya, duduk-duduk…:

Sebelumnya, kupu-kupu itu diciptakan Allah dalam bentuk telur dulu. Lalu, telur yang melekat di daun-daun itu berubah menjadi ulat.Kamu tahu kan ulat, yang bisa bikin kulit kita gatal-gatal dan ada bulu-bulunya bikin geli.Hii..
Ulat itu makannya daun. Dan kalau lagi makan, Si Ulat sangat rakus sekali, bisa makan daun-daun di sekitar tempat tinggalnya. Sampai-sampai perutnya gendut dan jalannya jadi pelan.
Ayahku bilang kita manusia kadang seperti ulat. Kalau makan suka lupa waktu, suka makan banyak, jadinya rakus.Suka lupa sama teman kita yang lapar. Trus kalo ada yang minta, kita pelit ngasihnya. Atau kadang ngiriin temen yang bawa makan lain yang lebih enak. Juga maunya jajan ini dan jajan itu, beli ini beli itu, wah banyak deh pokoknya. Kata Ayah, keinginan yang rakus kayak gitu itu namanya Hawa Nafsu.Rasa iri, ngambek, benci, marah, rakus, berbohong, semuanya itu termasuk hawa nafsu.
Kata Ayah, si Ulat yang sudah gemuk dan rakus itu akan berubah menjadi kupu-kupu yang kuat dan cantik. Lho kok bisa? Iya, Subhanallah..itu kekuasaan Allah SWT, Sang Pencipta Alam Semesta.
Telur kupu-kupu menetas menjadi ulat, lalu setelah kenyang makan, ulat tersebut akan berubah bentuknya menjadi panjang. Ulat tersebut nantinya akan menempel pada pohon dan daun-daunan sehingga menjadi kepompong.nah, teman-teman, saat menjadi kepompong ini, si Ulat tidak makan dan tidak minum, atau berpuasa. Seperti sekarang ini di bulan Ramadhan, kita semua berpuasa.Tapi tidak seperti kita, Ulat puasanya tidak pake sahur dan tidak berbuka, karena tubuh ulat sudah dibungkus kulit baru yang sangat rapat sehingga mulutnya tertutup juga sehingga nggak bisa makan atau minum, cuma ada lubang sedikit disana untuk bernafas.
Wah, berarti masih enakan puasa kita ya. Masih ada sahur, dan masih ada buka puasa.
Tapi herannya nih teman-teman, didalam kepompong itu, si ulat tetap kuat dan sehat. Dia tetap tenang ada didalam sana. Padahal kalau kita puasa seperti sekarang ini, wah, rasanya tidak kuat ya. Rasanya haus dan lapar sekali, apalagi kalau cuacanya panas sekali seperti sekarang ini. Iya nggak?
Ternyata, teman-teman, setelah berpuasa beberapa hari, akhirnya si ulat dalam kepompong ini berubah menjadi kuat, dan akhirnya tumbuh sayap yang sangat indah. Iya, si Ulat jelek tadi sekarang sudah jadi kupu-kupu yang cantik. Dan kupu-kupu ini juga kuat sehingga dengan sayapnya dia bisa memanfaatkan angin untuk terbang. Wow, keren kan.

Makanya, kita semua jangan kalah dong sama si Ulat yang akhirnya jadi kupu-kupu. Si Ulat saja kuat berpuasa, bahkan puasanya tidak pakai sahur dan berbuka. Itu karena si Ulat tahu, kalau dia kuat berpuasa dalam kepompong, nanti akan mendapat sayap, dan dengan sayap itu dia bisa pergi kemana saja. Nah, begitu, makanya si Ulat bersemangat untuk berpuasa sampai berbuka.
Jadi teman-teman, kalau kita bisa semangat seperti si Ulat, Insya Allah kita bisa kuat berpuasa bahkan sampai maghrib. Ayahku bilang, dari penelitian dokter, puasa itu bikin kita tambah sehat lho. Alat pencernaan kita seperti lambung dan usus-usus kita menjadi sehat. Dan juga organ tubuh kita yang lain jadi sehat juga. Nah, karena tubuh kita sehat, maka kita semua bisa konsentrasi untuk belajar. Trus, akhirnya kita bisa berprestasi deh. Bisa konsentrasi untuk membaca Al Quran, menghafalnya juga, bisa belajar membaca dan menulis, dan banyak deh. Dan lagi, saat puasa kan kita nggak boleh ngambek-an, marah-marah, tidak berbohong, tidak pelit, tidak benci sama teman, makanya hati kita selalu ceria, karena ceria kita jadinya selalu semangat deh.
Makanya teman-teman, ayo kita bersemangat dong, kita harus kuat puasanya seperti si Ulat yang akhirnya jadi kupu-kupu biar bisa terbang kemana-mana. Karena puasa kita jangan jadi lemes, kalo lemes kita pake buat baca-baca buku atau mengaji atau mengulang hafalan kita. OK, let’s go Puasa…Go Go Go !!!

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Filed under: RenuNGan, , ,

3 Responses

  1. irwan says:

    yang ini T O P B G T deh…. betul2 seorang ayah…

  2. yakzone says:

    ayah yang selalu harus belajar juga, Om Ciek … :)

  3. Haz hamzah says:

    Betul bwangeet…
    Qt berpuasa hrus byk2 mlatih jasad dn hati. ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Almanak

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

TransLatOR !!!

Blog Stats

  • 46,731 hits-pemBaca

Flickr Photos

More Photos

Traffic Map – Posisi Moe …

Donasi ^_^

CO.CC

CO.CC:Free Domain
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: