Kenapa saya harus memilih judul ‘Wanita, Gadis dan Perempuan’, tentu saja karena saya laki-laki, dan Ibu saya seorang perempuan, begitu juga Eyang Putri, Istri saya -Ina, dan puteri saya-Ifa, pun seorang wanita, serta adik perempuan saya, belum lagi ibu mertua yang semuanya adalah wanita, perempuan dan gadis.
Lagi-lagi saya pun harus membahas wanita, ketika seorang teman yang bergelar ‘MM’ alias Masih Menjomblo, juga bercerita pada saya ikhwal wanita yang saat ini sedang diburunya. Mmm…
Dan saya semakin termangu ketika menonton sebuah acara debat disebuah televisi tentang RUU Anti Pornografi yang menampilkan pihak pro dari sebuah lembaga keagamaan dengan pembicara lelaki dan dari pihak kontra dari sebuah lembaga formal pula yang ternyata seorang Perempuan…Sungguh ajaib, perempuan berjilbab ini menentang RUU Anti Pornografi, sementara dari pihak pro RUU adalah lelaki. Apakah sudah saling berbolak-balik isi dunia…
Sehingga lagi-lagi saya merenung tentang perempuan…Ah, seabsurd itu kah?
Bukankah Allah SWT telah begitu sayang pada perempuan? atau sudah demikian parahkah virus ‘Feminisme’ menggerogoti otak para perempuan di dunia ini, bahkan di dunia islam yang sudah demikian jelas nash-nash yang menunjukkan betapa Allah SWT melindungi dan menyayangi wanita? Ah, lagi-lagi…
Bukankah seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu :sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya?
Bukankah pula di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabk an terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya. Masihkah belum jelas?
Bukankah juga jika wanita perlu taat kepada suami, tetapi sebaliknya lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
Atau disaat wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,maka setiap saat itu ia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga adalah tempat akhirnya…?
Dan bukankah saat wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, namun harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak?
Dan juga apabila lelaki diwajibkan berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata, berperang dan bersimbah darah…
Ah, bukankah jika saya memiliki sebuah benda yang sangat berharga di dunia ini, seperti Safire atau Zamrud, tentu perhiasan itu akan saya simpan ditempat teraman dan terbaik, benda itu akan selalu dirawat lembut dan dibersihkan dari berbagai macam kotoran serta dijaga kekilapannya. Mmmm…jika demikian, apa yang akan saya lakukan jika benda berharga itu adalah Wanita…
Bagaimana dengan Anda?…


