Beberapa khasanah klasik, disebutkan juga mengenai 13 teknik Tai Chi. Ini bukan merujuk pada 13 gerakan atau formasi, namun lebih kepada delapan gerak dasar tangan dan lima gerak dasar kaki. Pengambilan esensi 13 teknik ini mengacu pada Delapan Diagram (Bagua) dan Lima Unsur (Wuxing).
Delapan Diagram yang diambil esensinya sebagai 8 gerak dasar tangan ini bisa dijabarkan sebagai berikut: 
* Peng = menangkis (halting)
* Lu = memutar (twisting)
* Qi = menekan (pressing)
* An = mendorong (pushing)
* Lie = menyebar (scattering)
* Cau = mengambil (taking)
* Zhou = menyiku (elbowing)
* Kao = bersandar (leaning)
Lima Unsur atau Lima Elemen (dikemas menjadi 5 gerak dasar kaki, yaitu :
* Jin = bergerak kedepan (move forward)
* Tui = bergerak mundur (move backward)
* Ku = bergerak ke kiri (move to left)
* Pan = bergerak ke kanan (move to right)
* Ding = tetap di tengah (within middle)
Kombinasi dua gerak dasar dari Delapan Diagram dan Lima Unsur ini akan lebih jelas ketika seorang praktisi sedang berlatih dan ‘perform’, dan memang lebih baik anda bertanya pada Master/Sifu anda yang mana dan kapan saat Lu, lalu An atau Lie kemudian Zhou dan seterusnya. Dan bagaimana gerak dasar kakinya, apakah Jin, atau Ku atau tetap Ding. Semua sudah terangkum dalam gerakan Tai Chi.
Pada dasarnya tidak ada urutan baku, akan ada perubahan (iching) selalu, karena kesemuanya terjadi kondisional, sesuai keadaan yang saat itu terjadi.

Memang tidak mudah bagi para pembelajar khususnya pemula untuk mempelajari Tai Chi jika tidak bisa bersikap tenang dan seimbang serta memiliki visualisasi dan kontrol energi, dibanding hanya berfokus pada gerakan fisik. Pembelajar yang demikian biasanya akan terfokus pada satu hal dan sulit bergerak simultan.
Lebih jelasnya begini, saat melakukan gerakan dan fokus mengingat gerakan tangan, maka disaat yang sama, gerakan kakinya akan lupa, atau saat fokus pada gerak kaki, maka disaat yang sama pula gerakan tangan lupa. Atau ketika fokus mengingat gerakan tangan dan kaki, maka disaat itu juga perputaran pinggang dan orientasinya akan terlupakan. Begitu dan ini hal yang sering terjadi. Dan jika ditanya kenapa begitu, kebanyakan akan menjawab, ‘karena gerakannya menyambung terus, seolah tiada putusnya’.
Tidak seperti beladiri lainnya yang bisa dipecah menjadi paket-paket gerak dasar, yang dilakukan putus-putus. Ini menjadi salah satu ciri khas Tai Chi.
Para Master sebenarnya mengetahui hal ini, namun kondisi itu sebenarnya bukan sebuah masalah, karena setiap Master memiliki metode sendiri-sendiri untuk menjelaskan dan mengajarkan pada muridnya. Saya menganggapnya sebagai sebuah hak prerogratif, karena selanjutnya murid itu sendiri harus menemukan sendiri teknik yang tepat untuk dirinya, mempelajari tiap ruas dan posisi otot yang sudah diberikan dalam tubuhnya. Artinya , dia harus menundukkan tubuhnya, pikirannya dan energinya untuk menyatu dalam sebuah meditasi gerak Tai Chi. Inilah Tai Chi, menyelami diri berikut kekuatan pribadi, …
Karena itu, .. Tetap Semangat !!!
Filed under: sERba-serBI , Tai Chi



Trimakasih. baru kali ini nemu yang beginian di internet, thx pencerahannya Master !
Salam .
mantaff,bahasan pak yakso.saya tunggu posting berikutnya ttg taichi.
termakasih mas…ter, saya sedang memperdalam Tai Chi juga tapi menjurus ke Fight. dasar-dasar saja dulu latih sampai mahir. nanti juga reflek sendirinya, begitu bukan??????
Sama-sama Mas Subhan Yth. Selamat berlatih, karena kuncinya ada dalam diri anda sendiri …
) Asal tidak terburu-buru …