Di dalam ilmu fisika, gaya adalah apapun yang dapat menyebabkan sebuah benda bermassa mengalami percepatan. Salah satu jenis gaya adalah Gaya Pegas, yaitu sebuah gaya konservatif yang beraksi pada sistem tertutup pada kerja mekanis terkait yang memperkenankan energi untuk mengubah hanya antara bentuk kinetik atau potensial. Gaya ini berasosiasi dengan Pegas yang memiliki Kelentingan dan Elastisitas. Karena gaya tidak bersifat permanen, maka lebih baik asosiasi diarahkan saja pada bentuk Energi nya yang lebih ‘kekal’. Untuk menekan atau meregangkan pegas, kita memberikan energi pada pegas tersebut. Energi yang disimpan pada pegas yang tertekan atau teregang merupakan energi potensial. Ketika pegas yang kita tekan atau kita regangkan dilepaskan, maka energi potensial pegas berubah menjadi energi kinetik. Maka disini, bentuk energinya bisa berupa Energi Kinetik Pegas ataupun Energi Potensial Pegas. Yup, silahkan dibuka lagi buku-buku SMA … dan mesti saya stop disini agar nggak keterusan terjebak di rumus-rumus matematisnya. ![]()
Dalam konsep Tao, bisa dikatakan bentuk Energi Kinetik Pegas merupakan bentuk Aktif atau Yang, dan Energi Potensial Pegas merupakan bentuk Pasif atau Yin. Kenapa pegas? Adakah bagian tubuh kita yang berbentuk seperti pegas? Tai Chi adalah sebuah meditasi dinamis dan seni beladiri, apa dimananya yang berkaitan dengan pegas? Anda pasti membayangkan sebuah pegas sebagai sebuah bentuk per atau kumparan, lalu bertanya lagi, ‘memangnya ada bentuk per atau kumparan dalam tubuh manusia?’…
Penjelasannya begini, dalam Tai Chi dilakukan performa gerak yang terkoordinasi oleh sistem gerak tubuh dan aliran energi. Ada bentuk nyata gerakan yang diperagakan oleh tubuh menjadi sistem gerak terpadu yang merupakan kesatuan kinerja semua sistem penopang tubuh dan motorik manusia, meliputi tulang dan rangka, persendian, pembuluh darah, otot dan tendon, bahkan sampai kulit sebagai lapisan terluar. Gerakan itu terwujud dalam hentakan atau sentakan tertentu yang biasanya disebut ‘Fa Jin’, atau ‘Ledakan’. Sentakan atau hentakan itu tidak terlihat dalam ‘perform’ praktisi aliran Yang, Wu ‘Besar’, Wu ‘Kecil’ atau Sun, tapi terlihat jelas pada ‘perform’ praktisi aliran Wudang dan Chen. Namun dalam penerapannya saat kondisi ‘Battle Mode’ atau pertarungan, sentakan dan hentakan ini tetap diterapkan. Yang membuat berbeda dengan beladiri lain, adalah bahwa sentakan dan hentakan itu terjadi saat anggota tubuh praktisi menyentuh tubuh lawan, baik saat posisi Lu (memutar), Qi (menekan), An (mendorong), Lie (menyebar) , Zhou (menyiku) dst…(lihat artikel ‘Delapan gerak dasar tangan & lima gerak dasar kaki…’ dalam blog ini). Pada saat krusial itu, otot dan tendon berfungsi semacam ‘pegas’ yang sepersekian detik mengumpul atau menyebar pada bagian tertentu tubuh lawan saat terjadi kontak tubuh. Sentakan itu diikuti sentakan aliran energi yang cepat dan deras, karena itulah kenapa disebut ‘Fa Jin’ atau ‘Ledakan’. Sebuah bentuk Yin berupa Energi Potensial Pegas yang berubah menjadi Yang sebagai Energi Kinetik Pegas, seperti yang terjadi saat pegas ditekan atau diregangkan yang kemudian dilepaskan. Ini seperti sebuah ‘sengatan’ kejut bagi lawan yang biasanya cenderung meremehkan kuda-kuda Tai Chi sebagai kuda-kuda lembek dan tidak ‘jantan’. Saya jadi ingat iklan kopi instant di TV, ‘pikir lagi..’ begitu pesannya.
Biasanya dalam artikel saya sertakan gambar pendukung, namun untuk kali ini mohon maaf karena sulit memvisualisasikannya. Seharusnya bisa dengan video, namun ukurannya bisa menghabiskan kuota blog ini. Harap maklum. Minimal, anda bisa bertanya pada Master Taichi atau Sifu anda berikut aplikasinya saat perform atau latih tanding. Selebihnya tentu pada kesiapan tubuh, energi, kemampuan dan pengalaman anda sendiri untuk membelajarkan diri sendiri. Karena Tai Chi, bermula dari diri sendiri sebelum kontak fisik dengan lawan atau partner tanding.
Selamat berlatih…. tetap semangat!!!
Filed under: sERba-serBI, Tai Chi











salam kenal mas..!