Dalam Arsitektur, konsep bentuk dan ruang adalah sebuah kesatuan. Di dalam bentuk tercipta sebuah ruang, atau sebaliknya, dalam tatanan ruang menjelma menjadi sebuah bentuk. Dalam sebuah mahzab yang dikenal dengan ‘Form follow Function’ dinyatakan bentuk mengikuti fungsi — yang berarti fungsi mengarahkan bentuk. Seorang Arsitek akan membuat sebuah rancangan bentuk berdasarkan kebutuhan ruang, fungsi-fungsi, identitas dan artikulasi lainnya sesuai permintaan kliennya. Dari sebuah bidang gambar yang kosong, akhirnya akan tertampil sebuah tatanan fungsi, dan selanjutnya muncullah sebuah bentuk. Lalu lihatlah diri anda. Perhatikan bentuk jantung manusia, ginjal, lambung, paru-paru dll, bukankah bentuknya mewakili fungsinya. Saya yakin Tuhan, sang Maha Arsitek Semesta, menciptakan fungsi dan mewujudkannya dalam sebuah bentuk. Manusia…
Demikian juga dalam Tai Chi, pertama kali seorang pembelajar akan dikenalkan dengan gerakan-gerakan (bentuk) dan selanjutnya akan belajar tentang aliran energi (ruang). Selanjutnya dalam latihan berikutnya aliran energi akan menimbulkan gerakan-gerakan, dan dari gerakan-gerakan akan kembali dalam bentuk asalnya yaitu aliran energi ketika latihan berakhir.
Jika anda berlatih Tai Chi dalam kesendirian, di tengah tanah lapang yang sepi misal, di sebuah pagi yang segar dan hening, saya yakin anda dapat merasakan ‘keasyikan‘ tersendiri yang lambat laun membuat anda melupakan bentuk dan mengikuti aliran energi. Inilah kenapa dalam taichi, refleks merupakan hasil dari latihan. Refleks adalah sebuah bentuk yang tercipta karena ‘aliran energi’, disini saya mendefinisikannya demikian terlepas dari definisi sesungguhnya dalam kosakata bahasa yang baku. entah apakah gerakan anda begitu lambat lalu kemudian tiba-tiba menjadi cepat bertenaga dan selanjutnya datar dan menjadi lambat lagi, apapun itu haruslah tetap mengalir, mengikuti dimana energi anda bersemayam. kesadaran anda harusnya ada dalam energi bukan pada gerak, karena ketika berpikir dalam gerak, energi anda akan terarahkan pada sesuatu tujuan.
Selanjutnya dalam pertarungan bebas, kecuali untuk pertandingan/kompetisi, tidak akan ada yang menilai jurus anda kecuali lawan, apakah genggaman anda kurang kuat, atau kaki anda berada di posisi yang tidak menguntungkan, atau tendangan anda kurang lurus bentuknya, apapun itu bentuknya akan menjadi tanpa bentuk. Dalam Tai Chi, ‘lupakan‘ bentuknya dan rasakan energinya. Itulah kenapa menjadi rileks akan memudahkan anda mewujudkan refleks.
Begitulah, dari rileks akan menghasilkan refleks, dan dari refleks anda akan menghasilkan bentuk berupa gerakan/jurus seperti yang sudah anda latih seperti biasanya. Semakin anda lupa, akan semakin rileks, dan semakin rileks, semakin bisa merasakan energi, dan dengan merasakannya akan memudahkan mengarahkannya. Lalu dengan mengarahkannya berarti anda membuat gerakan.
Inilah kenapa judul artikel saya kali ini adalah ‘Dari yang tanpa bentuk menjadi bentuk, dan dari yang berbentuk kembali menjadi tanpa bentuk’. Ini salah satu dasar penting bagi pembelajar taichi agar tidak terjebak pada koreografi dan mengejar tatanan bentuk yang indah saja. Sekedar mengingatkan esensi.
Selamat berlatih
…
Filed under: sERba-serBI, Relaksasi, Tai Chi










