“Gak usah kesusu, ning cepet”, atau tranlasinya dalam bahasa Indonesia adalah: “Tidak perlu terburu-buru, namun cepat.”
Kata-kata itu adalah sebuah nasehat dari seorang senior saya, pada sebuah perkumpulan rutin mingguan sekitar tahun 2004. Disaat itu saya sedang butuh masukan dan jalan keluar atas sebuah masalah.
Waktu itu saya bingung dengan literasi kata-katanya. Berulangkali saya coba bertanya apa artinya, dan berulang kali saya mendapat jawaban yang sama,
“Yang penting lihat ke dalam diri saja dulu, nanti pasti tahu artinya.” Sudah? Tampaknya begitu.Titik. Namun masih koma bagi saya, atau bahkan masih titik-titik kosong yang perlu diisi jawaban. Selengkapnya..
Filed under: RenuNGan , Intropeksi, Kebaikan
DEJA VU… sebuah frasa Perancis dan artinya secara harafiah adalah “pernah lihat“. Saat seseorang mengalami suatu pengalaman yang rasanya pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para (παρα) yang artinya adalah “sejajar” dan mnimi (μνήμη) “ingatan”.
Beberapa kurun waktu yang lalu, seorang teman bercerita pada saya tentang fenomena ini. Akhir-akhir ini dia mengalaminya. Kebetulan beberapa bulan sebelumnya saya juga mengalaminya. Dan saat masih kecil dulu, saya sering mengalaminya. Seolah dalam sepersekian detik kedepan, saya bisa memprediksi tentang apa yang saya lakukan selanjutnya, atau orang lain disekitar saat itu akan melakukan apa atau mengucapkan apa, dll, … yang dulu saat saya masih bocah begitu heran saat terjadi. Selengkapnya..
Filed under: RenuNGan , Intropeksi, masa lalu
September 18, 2008 • 7:58 am
Kenapa saya harus memilih judul ‘Wanita, Gadis dan Perempuan’, tentu saja karena saya laki-laki, dan Ibu saya seorang perempuan, begitu juga Eyang Putri, Istri saya -Ina, dan puteri saya-Ifa, pun seorang wanita, serta adik perempuan saya, belum lagi ibu mertua yang semuanya adalah wanita, perempuan dan gadis. Selengkapnya..
Filed under: RenuNGan , Gender, Religi, Wanita
September 17, 2008 • 7:13 am
‘Mas, nanti kalau sampeyan datang, tolong dibikinin konsep buat Ifa, soalnya diminta kultum ala Pildacil di sekolahnya Kamis nanti..“, begitu kata istri di telepon.
“Ok, ntar tak bikinin, Insya Allah’, kira-kira begitu jawab saya. Selengkapnya..
Filed under: RenuNGan , pildacil, Puasa, Religi
August 29, 2008 • 4:36 am

‘Mas,ikutan rapat ya, nanti ditunggu di musholla,‘ucap seorang teman yang sudah saya anggap saudara/adik dan selepas Isya malam itu. ‘Iya Mas, ikut saja..’, kata yang lain dengan muka serius.
‘Insya Allah.Kesana aja dulu, nanti aku nyusul..’jawab saya. Mmm, undangan yang menarik..
Jika mempertimbangkan dan memperkirakan siapa yang akan datang dalam rapat itu, sepertinya sudah tidak pada tempatnya, karena yang hadir adalah anak-anak muda, para abg, ikhwan dan akhwat belia. Selengkapnya..
Filed under: RenuNGan , Puasa, Religi
August 24, 2008 • 3:17 am
Menjadi sebentuk sandal jepit mungkin bukanlah sebuah pilihan…
Berprofesi sebagai alas kaki, sandal jepit harus menerima dengan pasrah posisinya yang selalu ada di strata terbawah dan menyerah pasrah tatkala diinjak dan bergesekan dengan brutal pada permukaan aspal, atau sekedar berlepotan lumpur saat musim hujan… Selengkapnya..
Filed under: RenuNGan , Intropeksi
August 15, 2008 • 4:32 am
Kemaren seorang sahabat terbaik bercerita pada saya tentang intrik dan manuver yang terjadi dikantornya. “Aku sebenarnya malah malu dengan masalah ini. Tapi setelah dibiarkan kok lama-lama malah mengganggu konsentrasi. Akhirnya lapor ke atasan, dan Alhamdulillah…beliau berjanji akan membantu penyelesaian kasus ini. Setidaknya, saya sudah merasa lega dan plong karena rasanya sudah ada yang ikut tahu dan mem-backup….” Selengkapnya..
Filed under: RenuNGan , Intropeksi
August 12, 2008 • 9:07 am
Hijrah lagi dan lagi..
Setelah 3 minggu diminta senior untuk pindah keruangannya, sekarang si Bos malah minta saya balik lagi keruangan semula. Nyatanya ruangan itu dekat dengan ruangan beliau..
Yah , positive thinking, mungkin beliau punya prediksi kedepan tentang posisi saya..hehe (optimis euy)… Selengkapnya..
Filed under: RenuNGan , Hijrah, Intropeksi, Religi
TeRespon